Feb
26
    
Posted (Lia) in Bacaan Tuk Direnungkan on Februari-26-2009

Oleh: Alm. Muh. Rifai latief Al Mandary

Pohon Sidra

Angin masa menerpa pohon sidra

Dan usiakupun

Gugur satu per satu

Di bawah Pohon Sidra

Kuhitung daun usia yang tersisa

Tinggal duapuluh lembar saja lagi

Aku termangu menatap Pohon Sidraku

Batangnya penuh lubang kealpaan

Dahannya meranggas

Digerus maksiat

Buahnya berbisul dosa

Akarnya tercerabut bengkalai amanah

Di bawah Pohon Sidra

Malaikat memungut daun usiaku

Empatpuluh lembar daun

Usia penuh catatan

Dijilid menjadi satu

Aku tak tau

apa yang ditulis disampulnya

Entah…..

Kitabul Fujjar

Ataukah….

Kitabul Abrar

Duhai Sang Pemilik Waktu

Bukalah mata Bashirahku

Agar terhembus ke Lauhil Mahfuzh

Akan kujaga daun sidra yang tersisa

Takkan kukotori lagi

Dengan debu dunia

Yang menipu

** Catatan refleksi 42 tahun usiaku-feb’07

(puisi favoritku, puisi terbaik yang pernah aku baca, puisi ini ditulis 40 hari sebelum beliau meninggal, saat usia beliau 42 tahun seperti yang beliau tulis “empatpuluh lembar daun”, “kuhitung daun usia yang tersisa tinggal duapuluh lembar saja lagi” aku tak kenal dan tak tau siapa orang ini tapi aku yakin siapa yang membaca puisinya akan tau sosok seperti apa Muh. Rifai Latief Al Mandary ini, semoga beliau mendapat tempat terbaik disisiNya dan semoga kita semua bisa menjaga dengan baik daun sidra kita masing2 yang masih tersisa, dengan tetap istiqamah di jalan Allah… Amin)



You must be logged in to post a comment.

Your Ad Here