Feb
28
    
Posted (Lia) in Doaku on Februari-28-2009

semakin hari…

semakin aku mengerti mengapa Engkau kirimkan dia untukku

aku belajar banyak hal darinya

aku yang seringkali ceroboh dalam hal apapun

belajar untuk selalu hati-hati dan tenang

aku yang seringkali berpikir negatif tentang sesuatu

mulai belajar untuk bisa lebih jernih memikirkan semuanya

karena dia selalu berpikir positif terhadap semua hal

dia punya cara sendiri untuk membuatku berubah

untuk membuatku lebih baik

bukan dengan perintah…

tapi dengan contoh, dengan sikap yang memang ada di dirinya

aku seperti mendapatkan semua darinya

aku dapetin sosok teman, sahabat, kakak

dia adalah guruku, guru untuk membuat hidup lebih bermanfaat

guru untuk membuatku jadi pribadi yang lebih baik

aku bersyukur diberi kesempatan untuk dekat dengannya

insyaallah menghabiskan sisa umur dengannya

terima kasih Ya Rabb

akhirnya aku mengerti kenapa Engkau kirimkan ia padaku

agar aku bisa belajar bagaimana bersikap baik

apa itu kerja keras

apa itu bersabar

apa itu memberi

apa itu ikhlas

dan apa itu mencintai

terima kasih….

semoga memang dialah yang Engkau catatkan di takdirku untuk selalu menemani perjalanan hidupku selanjutnya….



 
Feb
28
    
Posted (Lia) in Bacaan Tuk Direnungkan on Februari-28-2009

” Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja… “

Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa

mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

” Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah
dewasa ” pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran.

Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin
sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari
sebuah artikel yang kubaca…

orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap
kanak-kanak …..

tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih.

Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,

” Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin
Ibu sedih ? ”

Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana .
Terbata-bata Ibu berkata,

” Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu.
Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri.
Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa
lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri ”

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani
putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.

Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan
bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak
berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk
Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera
putrinya ?

Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab,
” Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu.

Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan .

Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu.

Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu .

Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba,

itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,

” Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan
yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan
sesuatu. ”

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang
wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku
untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak!

Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik
anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa
dilimpahkan kepada siapapun.

Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud.

Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan
adik-adik sering tertidur lagi…

Ah, maafin kami Ibu … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

” Nak… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin

dimeja..”

Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu
sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya
lekat-lekat dan kuucapkan,

” Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati,
ijinkan aku membahagiakan Ibu…”.

Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu,

Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa
menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan
kalimat “aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh
kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita …

Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.

Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan
bahagia.

Wallaahua’lam

“Ya Allah, cintai Ibu dan ayahku, beri aku kesempatan untuk bisa

membahagiakan mereka…, dan jika saatnya nanti mereka Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah.Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku selagi aku kecil “



 
Feb
27
    
Posted (Lia) in Doaku on Februari-27-2009

ada yang bilang…

roman mukaku sering terlihat seperti orang yang lagi cemberut

emang iya?

sering aku bercermin memandangi wajahku jengkal demi jengkal

ternyata memang benar mukaku ini terlihat seperti lagi cemberut

padahal aku ga lagi marah ato apa

mungkin karena selama ini aku lebih banyak diam kali ya

jarang senyum

Ya Allah…

bukan aku tak mensyukuri apa yang telah Kau beri

jika aku merasa ada yang kurang diwajahku

aku jarang tersenyum….

itu yang membuat terasa ada yang kurang di wajahku

padahal senyum itu ibadah

Ya Rabb…

semoga aku bisa sedikit demi sedikit merubah kebiasaanku

untuk lebih banyak tersenyum

agar aku bisa menjadi seseorang yang menyenangkan bagi orang-orang disekelilingku

agar aku bisa melihat orang lain tersenyum karenaku



 
Feb
27
    
Posted (Lia) in Bacaan Tuk Direnungkan on Februari-27-2009

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia, sebuah perenungan Buat para suami….. istri & calon istri juga boleh…

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”, dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

“Anak2ku…. Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, telah melahirkan kalian.. (sejenak kerongkongannya tersekat),… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno,  dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2. Pada saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan dan mereka pun tidak sanggup menahan haru.

Pak Suyatno bercerita, “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2, Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit”.

Email dari tetangga sebelah :-)



 
Feb
26
    
Posted (Lia) in Doaku on Februari-26-2009

Pohon Sidra?

seperti apa bentuk pohon sidraku kini?

masih tersisa berapa daun lagi di dahannya?

seperti apakah batang pohonnya?

hanya Engkau yang tau sampai dimana perjalanan hidupku nanti

ampuni aku Ya Rabb…

karena aku telah banyak membuang waktu yang Engkau berikan untuk hal-hal yang membuatku semakin jauh dariMu

ampuni aku karena aku seringkali lupa bahwa aku hanyalah debu bagiMu

semoga masih ada banyak daun yang tersisa di pohon sidraku

agar aku masih punya banyak waktu untuk memperbaiki hidup yang telah aku sia-siakan

agar aku masih punya banyak waktu untuk berbakti padaMu ya Rabb…

untuk menebus kesalahan dan dosaku

meski aku tau, dosaku takkan mungkin tertebus

tapi setidaknya aku bisa menjadi lebih bermanfaat untuk orang banyak

untuk orang-orang yang aku sayangi

untuk orang-orang yang pernah aku lukai hatinya dengan sengaja ataupun tidak

aku ingin perbaiki semua itu ya Rabb…

aku ingin jadi lebih baik…

terutama dihadapanMu..

agar saat semua daun di pohon sidraku telah gugur

aku sudah benar-benar siap untuk kembali ke haribaanMu

kembali dalam keadaan fitrah dan khusnul khatimah

Amiin



 
Feb
26
    
Posted (Lia) in Bacaan Tuk Direnungkan on Februari-26-2009

Oleh: Alm. Muh. Rifai latief Al Mandary

Pohon Sidra

Angin masa menerpa pohon sidra

Dan usiakupun

Gugur satu per satu

Di bawah Pohon Sidra

Kuhitung daun usia yang tersisa

Tinggal duapuluh lembar saja lagi

Aku termangu menatap Pohon Sidraku

Batangnya penuh lubang kealpaan

Dahannya meranggas

Digerus maksiat

Buahnya berbisul dosa

Akarnya tercerabut bengkalai amanah

Di bawah Pohon Sidra

Malaikat memungut daun usiaku

Empatpuluh lembar daun

Usia penuh catatan

Dijilid menjadi satu

Aku tak tau

apa yang ditulis disampulnya

Entah…..

Kitabul Fujjar

Ataukah….

Kitabul Abrar

Duhai Sang Pemilik Waktu

Bukalah mata Bashirahku

Agar terhembus ke Lauhil Mahfuzh

Akan kujaga daun sidra yang tersisa

Takkan kukotori lagi

Dengan debu dunia

Yang menipu

** Catatan refleksi 42 tahun usiaku-feb’07

(puisi favoritku, puisi terbaik yang pernah aku baca, puisi ini ditulis 40 hari sebelum beliau meninggal, saat usia beliau 42 tahun seperti yang beliau tulis “empatpuluh lembar daun”, “kuhitung daun usia yang tersisa tinggal duapuluh lembar saja lagi” aku tak kenal dan tak tau siapa orang ini tapi aku yakin siapa yang membaca puisinya akan tau sosok seperti apa Muh. Rifai Latief Al Mandary ini, semoga beliau mendapat tempat terbaik disisiNya dan semoga kita semua bisa menjaga dengan baik daun sidra kita masing2 yang masih tersisa, dengan tetap istiqamah di jalan Allah… Amin)



 
Feb
25
    
Posted (Lia) in Doaku on Februari-25-2009

Ya Allah….

berilah ayahku kesehatan

sembuhkanlah beliau dari sakitnya

panjangkan umurnya

jagalah ayahku ya Rabb

sayangilah beliau seperti beliau menyayangi aku sedari kecil

jadikanlah aku anak yang sholehah

yang menjalani hidup sesuai dengan aturanMu

yang hanya akan memberikan kebahagiaan bagi beliau

berikanlah beliau kesabaran

ya Allah… ya Tuhanku

sesungguhnya hanya Engkaulah sebaik baik Pelindung



 
Feb
25
    
Posted (Lia) in Bacaan Tuk Direnungkan on Februari-25-2009
July 5, 2007 by jiddan

MediaMuslim.Info - Tertawa sewajarnya merupakan obat kecemasan dan pelipur kesedihan. Dalam senyum terdapat kekuatan yang menakjubkan dalam menggembirakan jiwa dan menyenangkan hati, sehingga Abu darda berkata: “Sesungguhnya aku akan tertawa hingga hatiku akan terhibur.” Tertawa merupakan puncak keceriaan, kelegaan dan keriangan, asalkan tidak berlebihan, dengan sewajarnya, dan tidak di maksudkan mengejek atau mencemooh: “Jangan terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa akan mematikan hati.”

Hakikatnya, Islam adalah agama yang dibangun atas dasar keseimbangan dan keadilan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, maupun tingkah laku. Oleh karena itu, janganlah anda masamkan raut muka anda sehingga menakutkan orang yang melihat. Jangan pula anda tertawa terbahak – bahak. Akan tetapi, tampilkanlah wajah yang tenang, selalu berseri dan enak dipandang, sehingga menyenangkan orang yang memandang.

Kalau kita diminta memilih antara harta yang banyak atau jabatan terhormat dan jiwa yang tenang penuh keceriaan, tentu anda akan memilih yang kedua. Apa artinya harta jika jiwa penuh kemuraman? Apa artinya pangkat dan jabatan jika jiwa terkekang? Apa artinya kecantikan istri bila ia selalu cemberut dan menjadikan suasana rumah seperti neraka? Sungguh lebih baik seribu kali lipat istri yang tidak terlalu cantik tetapi mampu menciptakan suasana rumah seperti surga.

Senyum yang tampak secara lahir tidak akan bernilai bila muncul dengan pura – pura dan untuk menutupi seseorang yang berperangai menyimpang. Lihatlah bunga juga tersenyum; hutan tersenyum; dan lautan, sungai, langit, bintang, burung, semuanya tersenyum. Senyum mereka itulah senyum yang tulus.

Jiwa yang senantiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan nyaman sambil berusaha mengatasinya. Jika mereka melihat sebuah persoalan, mereka tersenyum dan tetap tersenyum ketika mampu mengatasinya. Sebaliknya, jiwa yang muram akan akan melihat kesulitan dengan kesedihan. Bila menemui kesulitan, ia akan meghindar atau membesar-besarkannya, semangatnya melemah dan berandai andai dengan kata-kata “kalau”, “bila”, dan “jika”.

Betapa kita amat membutuhkan senyuman, keceriaan wajah, kelapangan dada, kemurahan hati, kelemahlembutan, dan keramahan. “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewahyukan kepadaku (Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam) agar kalian bersikap tawadhu’ hingga tidak ada seorang pun yang berbuat zhalim terhadap orang lain.”

Dari: http://myqalbu.wordpress.com



 
Feb
24
    
Posted (Lia) in Bacaan Tuk Direnungkan on Februari-24-2009
Sumber : sobat-Azzam 

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, “HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia! menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”

Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu”.

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

J I K A……..

Jika kamu memancing ikan…..
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu…..
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang… .
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya…..
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja……
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat… ..

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh……cukuplah sekadar keperluanmu. ……
Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula……
Akhirnya ia dibuang….. .
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi…..

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya…. .
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa…. .
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya…. .

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain….
Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal.

Dari: http://ugik.multiply.com



 
Feb
24
    
Posted (Lia) in Doaku on Februari-24-2009

Begitu banyak keinginan yang menyangkut impian dan cita-citaku bersama kekasihku ingin aku wujudkan
keinginan keluargaku, keluarga baruku, keinginan kami berdua
ingin sekali bisa mewujudkan semuanya
memenuhi harapan semua orang
tapi semua punya keterbatasan
tak semua keinginan
tak semua harapan
bisa dengan mudah diwujudkan
terlebih keinginan dan harapan itu datang dari banyak kepala yang masing-masing punya alasan sendiri-sendiri
Duhai Tuhanku….
Ya Allah Yang Maha Tau apa yang tersimpan dihati
Yang Maha Tau apa yang sesungguhnya aku dan kekasihku harapkan
semoga Engkau berkenan menunjukkan jalan terbaik bagi kami semua
jalan yang dapat diterima dengan baik oleh semua pihak
yang dapat membuat semua yang aku sayangi merasa puas dan bahagia
sehingga apapun keputusan akhirnya nanti semua bisa menerima dengan lapang dada
Ya Allah… Ya Tuhanku….
mudahkanlah segala urusan kami
karena hanya Engkaulah sebaik-baik pengambil keputusan



Your Ad Here